WhatsApp-Image-2019-08-22

AKBP Jafar Sadik Zainal, MSi. : Personil Brimob Malut BKO Papua,Tugasnya Harus Sesuai Protap

Rimoi Bato News | Ternate.
Personil Brigade Mobile (Brimob) Polda Maluku Utara yang tergabung dalam Brimob Nusantara dan melaksanakan tugas di Bawah Kendali Operasi (BKO) Polda Papua harus melaksanakan tugasnya sesuai dengan Prosedur tetap (Protap).

Hal ini di katakan oleh Wakil Komandan Satuan Brigade Mobile Wadan Wadan Sat Brimob, AKBP Jafar Sadik Zainal, MSi. saat memberikan arahan kepada personilnya yang akan di berangkatkan menuju Papau dan Papua Barat di Mako Brimob Polda Malut, Kelurahan Ake Huda, Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate Provinsi Maluku Utara. (21/08) kemarin.

AKBP Jafar Sadik Zainal, MSi

AKBP Jafar Sadik Zainal, MSi. mengatakan bahwa personil Brimob Polda Malut yang di BKO kan ke Polda Papua harus melakukan protap, yang harus di laksanakan dalam penugasan tersebut,agar tugas dalam menghadapi demonstrasi di Papua dan melakukan operasi pemulihan keamanan cipta kondisi sesuai prosedur sehingga situasi disana akan menjadi aman.

“Dalam mengatasi demonstran dan pemulihan keamanan disana, kita gunakan peralatan untuk melakukan penegakan hukum dan peralatan melakukan cipta kondisi bukan membawa peralatan untuk perang,” ungkapnya.

Wadansat menjelaskan bahwa asas yang harus kita jaga dan dipegang erat adalah asas legalitas karena kita berangkat dengan surat perintah dengan peralatan yang di berikan sah menurut hukum dan pada saat kita melakukan tindakan harus mempertimbangkan tentang asas keseimbangan profesionalitas.

“Kita semua akan menimbangkan kekuatan kita dengan masyarakat yang kita hadapi dengan menyeimbangkan peralatan yang kita gunakan dan peralatan yang mereka gunakan serta melihat dengan asas keperluan atau asas kebutuhan, sehingga penggunaan peralatan keamanan harus di sesuaikan dengan tingkat-tingkat yang kita pelajari bersama,” jelas AKBP Jafar Sadik Zainal, MSi.

AKBP Jafar Sadik juga menerangkan bahwa kehadiran kita dalam tugas BKO ini harus pakaian seragam dengan tampilan beda sesuai protap dan selanjutnya mengikat dengan kata-kata atau berbicara yang baik dan sopan serta dalam menangani permasalahan dengan mengunakan tangan kosong tidak mengunakan peralatan.

“Untuk menghadapi demo, kita tidak di perbolehkan atau tidak bisa membawa dan menggunakan peluru tajam karena itu sudah ada ketentuan, tetapi saat ini kita perintakan membawa masing-masing senjata organik dengan ketentuan di perbanyak peluru hampa dan peluru karet. Adapun Peluru tajam di simpan pada komendan kompi dan penggunaan pun akan mengikuti sesuai perintah penguasa wilayah,” terangnya.

Lanjutnya, Brimob Polda Malut sudah dua kali dalam melaksanakan tugasnya pada situasi yang paling panas namun tanpa mengeluarkan tembakan dengan peluru tajam. Kami dari Polda Maluku Utara ini tugasnya untuk mendinginkan situasi dan kondisi yang tadinya panas sehingga menjadi aman seperti sedia kala.

“Agar tetap menjadi aman tentunya harus punya kekuatan doa dan kehadiran kita jangan arogan serta tutur bahasanya gunakan dengan baik juga sopan. Karena dalam sejarahnya Papua dengan Maluku Utara terikat pada sumpah dan janji  bahwa kia saling menghormati dan saling melindungi. Papua masuk Indonesia karena kita yang ada di Maluku Utara” Ujar AKBP Jafar Sadik Zainla, MSi.

Tambah dia,dirinya berharap bahwa para personil Brimob Polda Malut yang bertugas di Papua dan Papua Barat menjalankan tugasnya dengan niat dan keikhlasan yang tulus, Inn Syah Allah, kita bisa melaksanakan tugas dengan baik untuk melindungi dan melayani masyarakat yang ada disana.

” Selain Brimob Polda Malut yang di BKO kan Ke Papua dan Papua Barat, seluruh Brimob Nusantara juga akan di kirim ke Papua dalam rangka cipta kondisi dan menjaga stabilitas yang ada di sana “. (Ilon /red)