095697000_1650957729-20220426-Lebaran-Daging-Ayam-Sapi-3

Jelang Lebaran, Harga Daging Sapi di Kota Ternate Tembus Rp150 Ribu per Kilogram

Liputan6.com, Ternate – Menjelang Lebaran, harga daging sapi di Kota Ternate mengalami kenaikan dari Rp130 ribu per kilogram menjadi Rp150 ribu per killogram.

Soleman, seorang pedagang daging Sapi di Pasar Bahari Berkesan Ternate, Jumat (29/4/2022) mengatakan, naiknya harga daging sapi dipicu tingginya kebutuhan masyarakat untuk kebutuhan daging sapi segar pada hari raya Idul Fitri 1443 Hijriah.

Kendati harga daging sapi alami kenaikan, tetapi ratusan warga yang membutuhkan daging sapi tetap membeli untuk keperluan hari raya Idul Fitri.

Menurut dia, naiknya harga daging sapi in karena stok hewan sapi yang diperoleh dari Pulau Halmahera dalam beberapa bulan terakhir berkurang, menyusul pengiriman hewan sapi ke luar Malut meningkat pesat, sehingga pengaruhi harga kebutuhan daging sapi di Ternate

Di tempat terpisah, Kadis Perindag Kota Ternate, Hasyim Yusuf dihubungi sebelumnya, membenarkan, kebutuhan stok daging sapi di Ternate berkurang, karena banyaknya pedagang luar Malut yang membeli sapi ke Pulau Halmahera.

Hasyim menambahkan, kendati harga daging sapi alami kenaikan akibat tingginya permintaan, namun stok kebutuhan daging sapi segar tetap tersedia di Pasar Gamalama untuk kebutuhan masyarakat selama lebaran Idul Fitri.

Sementara itu, untuk harga daging ayam potong di berbagai pasar rakyat Kota Ternate, jelang hari raya Idul Fitri 1443 Hijriah naik dari harga normal Rp35 ribu per ekor, kini mencapai Rp45 ribu per ekor.

Bahkan, permintaan masyarakat untuk kebutuhan daging ayam potong cukup tinggi, sedangkan stok persediaan sangat terbatas, sehingga harga daging ayam potong alami kenaikan.

Salah seorang pedagang ayam potong, Tauhid ketika dihubungi menyatakan, ayam potong melonjak Rp45 ribu per ekor dari harga normal Rp35 ribu per ekor untuk ukuran sedang.

Sedangkan, untuk ayam potong ukuran besar dari harga Rp40 ribu menjadi Rp50 ribu per ekor, dan kenaikan harga daging ayam potong alami kenaikan, karena menjelang lebaran Idul Fitri dipastikan permintaan cukup tinggi.

Bahkan, kenaikan harga ayam potong ini relatif biasanya karena tingginya permintaan masyarakat untuk kebutuhan saat lebaran dan saat ini stok ayam potong dari pemasok mulai berkurang.

Sumber : https://www.liputan6.com