066495900_1664330482-WhatsApp_Image_2022-09-28_at_08.59.05

Jokowi Dianugerahi Gelar Adat dari Kesultanan Ternate, Artinya Pemimpin Besar

Liputan6.com, Jakarta Presiden Joko Widodo atau Jokowi menerima gelar adat ‘Dada Madopo Malamo’ dari Kesultanan Ternate. Adapun acara penganugerahan gelar dilakukan di Kedaton Sultan Ternate, Kota Ternate Provinsi Maluku, Rabu (28/9/2022).

“Pagi hari ini saya mendapatkan gelar dari Kesultanan Ternate, dari Bapak Sultan Hidayatullah Syah, Sultan Ternate yang ke-49 dengan gelar Dada Madopo Malamo,” kata Jokowi usai penganugerahan gelar, disiarkan di Youtube Sekretariat Presiden, Rabu.

Dia mengapresiasi Kesultanan Ternate yang telah menjaga serta merawat tradisi kearifan lokal. Hal ini, kata Jokowi, menujukkan berkepribadian dalam berkebudayaan.

“Tapi ini adat tradisi kearifan lokal memanh harus kita jaga dan kita rawat. Saya sangat mengapresiasi apa yang telah dikerjakan oleh Kesultanan Ternate,” jelasnya.

Sultan Hidayatullah Syah menjelaskan gelar adat yang diterima Jokowi memiliki makna seorang pemimpin besar di sebuah negara besar. Dia menyebut kearifan dan kebijaksanaan sangat dibutuhkan dalam memimpin negara besar.

“Arti dari gelarnya itu sendiri adalah seorang pemimpin besar atau pemimpin sebuah negara besar. Yang mana dalam memimpin negara besar kearifan dan kebijaksanaan seorang pemimpin itu lebih dikedepankan,” ujar Sultan Hidayatullah.

Dia menuturkan Jokowi juga dinobatkan sebagai Pangeran Kesultanan Ternate dengan gelar Kaicili. Gelar Kaicili sendiri merupakan pangeran atau garis kesatu dari Sultan Ternate.

Jokowi Dianugerahi Gelar Kehormatan Adat Kesultanan Buton

Sebelumnya, Jokowi dianugerahi Gelar Kehormatan Adat Kesultanan Buton La Ode Muhammad Lakina Bhawaangi yi Nusantara, dalam kunjungan kerja ke Provinsi Sulawesi Tenggara. Penganugerahan ini digelar di Baruga Keraton Kesultanan Buton Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, Selasa (27/9/2022).

Dalam penganugerahan gelar tersebut, Jokowi tampak mengenakan baju adat Kesultanan Buton yang didominasi warna hitam. Sebelum disematkan peci dan tongkat, perwakilan Kesultanan Buton, La Ode Muhamad Arsal menjelaskan makna gelar tersebut.

“Gelar tersebut bermakna seorang laki-laki yang memiliki sikap dan perilaku yang mulia, rendah hati, sopan santun, arif dan bijaksana, jujur dan adil, bertanggungjawab, memberi teladan dan panutan, serta memiliki komitmen yang tinggi dalam menyejahterakan dan memakmurkan seluruh rakyat di Nusantara (Indonesia),” kata La Ode Muhamad Arsal, dikutip dari siaran pers Sekretariat Presiden, Selasa.

Sumber : https://www.liputan6.com/